Navigation


RSS: articles



Sekali Lagi, Iman Minoritas Tertindas


by: ibnu | Total views: 330 | Word Count: 783 | View PDF | Print View


Kali ini,
peristiwa naas itu terjadi pada kelompok pengajian alif di Blok D Vila
Siberi Desa Banjarejo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Alih-alih menyebarkan risalah yang dapat meresahkan masyarakat luas
sekaligus menjerumus kepada kegiatan teroris.


Dari Mushola Ke Soal Qunut dan Yasinan
Semula
perseteruan itu berawal dari pemanfaatan mushola yang dialih fungsikan
menjadi majelis taklim bernama alif. Tindakan ini terpaksa ditempuh
warga sebagai langkah satu-satunya untuk menyelesaikan keributan akut
tersebut. Seutas tali di mushola pun menjadi saksi bisu ketidak bebasan
menjalankan ibadah. Sholat lima waktu apalagi, mengerikan bukan.

Kebebasan
beragama harus dibatasi. Padahal negara menjamin warganya untuk
menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran dan agama masing-masing.

Suyanto,
pemilik tanah bersama sejumlah warga akhirnya memutuskan untuk
membatasi penggunaan musala. Warga keberatan dan menentang lantaran
tata cara beribadah kelompok ini tidak lazim. Bahkan mereka mencoba
mengatur kegiatan musala.

Sejak berdiri tiga tahun silam musala
Baitussalam memang sering dimanfaatkan oleh warga komplek dan
sekitarnya. Selain ibadah salat warga juga menggunakan musala sebagai
tempat pengajian.

Setahun setelah musala berdiri munculah
kelompok Alif di bawah pimpinan ustad Agus Yulianto. Mereka menggelar
pengajian setiap Ahad. Selama itu kegiatan golongan Alif tak pernah
menuai masalah. Belakangan barulah sebagian warga merasa terganggu
dengan kegiatan ini. `Kalau shalat tidak pakai doa qunut, Yasinan dan
tahlilan apalagi` ungkap Darmaji, warga.

Ketidak hadiran qunut
dalam sholat atau tradisi Yasinan dan tahlilan mendorong warga untuk
melarang kelompok Alif menjalankan kegiatan di musala Baitussalam.
Memagarai tajug pula menjadi jalan pamungkas supaya pengikut alif
berhenti memanfaatkan Baitussalam.

Taman Kanak-Kanak Menjadi Pusat Kegiatanya
Di
lain pihak, kehawatiran warga tak membuat aliran Alif menyudahi
kegiatannya. Mereka berhijrah dari mushola ke sekolah taman kanak-kanak
yang letaknya satu blok dari tajug.

Adalah Ustad Agus Yulianto, salah satu dosen Unnes (Universitas Negeri Semarang) menepis tudingan warga tentang ajarannya sesat.

Rasulullah
SAW tidak mewariskan banyak aliran tapi hanya satu jalan. "Kami juga
tidak pernah melarang warga baik secara lisan atau tulisan mengadakan
kegiatan ke-Islaman," kata Agus.
Jamaah kelompok Alif pun tak
menerima tuduhan tersebut. Menurut Anto, kelompok ini bukan aliran tapi
sebuah tahlim yang diberi nama Alif. "Kami juga salat seperti biasa,"
ujar Anto. Bahkan, kata Wilis, selama mengaji banyak ilmu yang didapat.
(liputan Enam, 07/07)

Tentunya,
setelah memindahkan segala kegiatannya, cacian, makian bahkan tudingan
miring kepada kelompok Alif mulai tak lagi terdengar.

Mushola Milik Umat Islam.
Kendati
demikian, Departemen Agama Kendal pun angkat bicara soal gerakan ganjil
tersebut. Kepala Depag Kabupaten Kendal, H Wahid Hasbi, menyatakan,
kejadian ini bukan menyangkut aliran sesat tapi hanya salah paham.
"Dalam kasus ini kami hanya bertindak sebagai mediator. Tidak memihak
ke pihak manapun," kata Wahid.

Tak hanya itu, jalaur musyawarah
pula ditempuh dalam menengarai kemelut tersebut. Pertemuan Jumat (22/6)
malam lalu Kades Banjarejo, Kusnoto bersama muspika menggelar pertemuan
di balai desa dengan mendatangkan perwakilan warga dan pengurus jamaah
pengajian Alif.

Saat pertemuan, suasana di luar balai desa
tegang. Sebab ratusan warga perumahan dan desa tetangga seperti dari
Desa Pasigitan, Klendo, Sakelit, dan Jetin, juga berdatangan. Mereka
menggunakan mobil bak terbuka dan ratusan sepeda motor. Berbagai
teriakan menghujat pelarangan shalat di mushala itu dilontarkan. Aparat
kepolisian dari Polsek Boja dan Polsekta Gunungpati terlihat
mengamankan situasi.

Ketika adu pendapat itu, Mbah Yanto sang
pemilik tanah, menyatakan dirinya sepakat membuka kembali mushala
tersebut. "Tapi tidak boleh ada suatu aliran tertentu yang menguasai
mushala. Tempat ibadah ini untuk semua masyarakat," tuturnya

Warga
bersorak girang saat Kusnoto mengumumkan hasil pertemuan. Bahwa mushala
yang dibangun atas swadaya warga itu dibuka untuk umum, tidak dikuasai
oleh kelompok tertentu.
Malam itu juga, sambil mengumandangkan
salawat, warga berjalan kaki sekitar 500 meter menuju mushala untuk
membongkar pagar bambu yang mengelilingi. Kumandang salawat juga
terdengar saat sejumlah warga dan tokoh masyarakat masuk ke mushala.

"Sekarang
siapa saja boleh shalat di mushala ini. Anak-anak juga bebas belajar
mengaji di sini. Warga juga boleh membaca Surat Yasin dan Tahlil. Ini
sesuai hasil pertemuan Jumat (22/6) malam," tutur Suroko, warga RT 4 RW
4 perumahan itu.

Menurut dia, sebelumnya puluhan warga terpaksa
menyegel tempat ibadah itu setelah muncul berbagai keluhan dari
sejumlah warga yang tidak boleh shalat oleh kelompok jamaah tertentu.
Bahkan anak-anak sekitar perumahan itu tidak diperkenankan belajar
mengaji. Warga kemudian menyegel mushala dengan cara membuat pagar
bambu keliling. (Suara Medeka, 24/06)

Maraknya
aksi 'penertiban' keyakinan oleh sebagian golongan mayoritas terhadap
minoritas. Sudah tentu 'mengamini' adagium homo homoni lupus . Siapa
yang kuat dia pasti berkuasa.
Terlebih lagi, saat para ulama
`bermain mafa` dengan para penguasa. Niscaya keragaman menjadi sesuatu
yang mustahil ada. Bahkan perbedaan pendapat menjadi malapetaka yang
sangat menakutkan.

Dengan demikian, wajah Islam ramah,
toleran, menyapa perbedaan rahmatan lil alamian dan islam li kulli
makan wa zaman pun tak menjadi pameo umat islam, malah beralih menjadi
bengis, beringas dan menyeramkan.[Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere 25/06;13.23 dan 07/07;23.36 wib

* Ibn Ghifarie,
Mahasiswa Studi Agama-Agama Fakultas Filsafat dan Teologi Universitas
Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung dan aktivis LPIK
(Lembaga Pengkajian Ilmu ke-Islaman) Bandung.

About the Author


Rating: Not yet rated

Comments

No comments posted.

Add Comment


Enter the code shown

Visual CAPTCHA



Enter your Email


Preview | Powered by FeedBlitz

Main Menu



Categories


Sponsors



Ebooks from eLibrary!
Ebooks!
  • 2 users online.
eXTReMe Tracker

GrowUrl.com - growing your website
100ribu utk 3jt/bln. | News Review 100ribu utk 3jt/bln. | Kerajinan Murah | Souvenir Murah Technorati




60ribu utk 3juta/bln

Jual Rumah Jual tanah di Jogja | Arhan's Adventure | Jasa Pembuatan Web Desain Murah | SugihDuit.com | BSC Rental Komputer | Komunitas Photoshop Indonesia | Healthy Article | Gitertan | INFO | Education Center | Recipes Foods
Sekali Lagi, Iman Minoritas Tertindas - Article Directory & Press Release