ATM= Amati Tiru Modifikasi
by: arhan | Total views: 255 | Word Count: 333 | View PDF | Print View
ATM merupakan istilah populer di kalangan para pengusaha dalam merintis suatu usaha baru. Misalnya yang pernah dilakukan oleh Dahlan Iskan dalam membesarkan grup usaha Jawa Pos dan usaha penerbitan koran-koran daerahnya.
Untuk meneliti potensi pasar suatu daerah, Dahlan Iskan tak perlu melakukan riset yang mendetail. Selain lama, pastilah membutuhkan biaya yang besar. Lalu apa yang dilakukan oleh Dahlan Iskan untuk memperbesar usahanya itu? Yang produknya kini telah melanglang buana di hampir seluruh pelosok pulau Jawa? Ia menerapkan metode ATM ini. Yakni, dengan menjadikan langkah ekspansi sebuah bank swasta di Tanah Air sebagai patokan menilai potensi suatu daerah. langkahnya begini, bila suatu daerah belum ada cabang bank swasta tersebut, Dahlan pasti tak akan memasukkan daerah tersebut sebagai sasaran ekspansi usahanya. Namun bila di suatu daerah terdapat cabang bank tersebut, barulah ia mempertimbangkan.
Karena demikian hemat dan ringkas, metode ATM ini tampaknya sangat dianjurkan bagi para pengusaha pemula atau karyawan sibuk yang ingin sekaligus berwirausaha. Sebab sudah dapat dimaklumi, bagi karyawan pastilah agak repot untuk menjalani karier sekaligus mengelola usaha. Dibutuhkan cara-cara cepat dan mudah. Dan, salah satunya adalah dengan metode ATM ini. Apalagi karyawan pada umumnya punya jejaring pergaulan yang luas. Dari sesama karyawan yang berwirausaha bisa saling belajar. Di situ pula ATM tersebut dapat dipraktekan.
Metode ATM ini hampir sama dengan metode imitasi. Metode ini mampu meminimalisir biaya promosi atau iklan, bahkan riset. Contohnya, jika Anda sering ke toko sepatu, Anda akan menjumpai produk bermerk “Adidu” yang merupakan hasil imitasi dari merk “Adidas” yang sudah mempunyai nama di benak masyarakat bahwa merk tersebut adalah merk yang bagus dan bergengsi. Nah, merk Adidu ini dibuat hampir sama baik dari segi lambang dan tulisan di dalam logo Adidas. Sedangkan untuk bahannya boleh dengan bahan yang berkualitas rendah, dan tentunya akan menghasilkan pendapatan yang lumayan. Namun jika Anda benar-benar ingin memuaskan konsumenm, dapat pula dengan bahan yang berkualitas tinggi. Toh promosi tak perlu dilakukan gencar-gencaran karena dari logonya saja sudah melekat kuat di benak konsumen.
About the Author
Sumber: Majalah DUIT!
Rating: Not yet rated

