Navigation


RSS: articles



Konglomerat Inggris yang Tak Punya Paspor Inggris


by: arhan | Total views: 265 | Word Count: 328 | View PDF | Print View

        Sebelum meraih
kesuksesan dan akhirnya karya raya, Al-Fayed hanyalah seorang pengecer kecil.
Rakyat biasa. Ia terlahir dengan nama Mohamed Abdel Moneim Fayed, dari keluarga
guru miskin di Alexandria,
Mesir. Tumbuh dengan jiwa dagang yang mekar sejak kecil, Al-Fayed memulai
kariernya dengan berjualan Coca-Cola di pinggir jalan. Ia bahkan sempat menjadi
penjual mesin jahit.

Hidupnya mulai
berubah setelah bertemu dengan pengusaha Adnan Khasoggi. Awalnya, dia bekerja di
bisnis impor milik Khashoggi di Arab Saudi.



Keberuntungan
terus menyertai Al-Fayed, terlebih setelah menikah dengan saudara perempuan
Khashoggi. Namanya mulai dikenal di Timur Tengah,
Haiti dan London. Nasibnya semakin baik setelah pada
1966 dirinya menjadi penasihat salah satu orang terkaya dunia, Sultan Brunei.
Pada tahun 1974, Al-fayed yang sudah kaya raya hijrah ke Inggris. Pada 1979, ia
sempat membeli Ritz Hotel. Nama dan pengaruhnya di dunia bisnis terus berkibar,
apalagi setelah [pada 1985 berhasil membujuk Sultan Brunei berinvestasi di Inggris.



Dari
kedekatannya itulah, Al-Fayed membeli House of fraser, induk perusahaan Harrods
Knightsbridge. Salah satu jaringan toko tertua yang didirikan oleh Charles
Henry Ahrrod pada 1835 itu dibelinya seharga 615 juta poundsterling. Kini,
Harrods, yang bermarkas di London itu menjadi
salah sat landmark kota
itu. Toko tersebut memiliki acara tahunan, yakni Harrods Summer Sale dan
Harrods Winter Sale, saat Al-Fayed selalu mengundang orang-orang ternama untuk
berpartisipasi.



Pada musim
panas 1997, Al-Fayed membeli klub sepak bola Fulham FC. Awalnya, ia berambisi
untuk mengubah Fulham menjadi klub kuat seperti Manchester United. Namun ketika
prestasi Fulham kurang menjanjikan, I mengakhiri ambisinya dan memperlakukan klub
itu hanya sebagai salah satu bisnisnya.



Meskipun
Al-Fayed mampu menghidupi ribuan rakyat Inggris, tk berarti dirinya dapat
dengan mudah mendapatkan kewarganegaraan Negara. Hingga kini ia tak pernah
mendapatkan kewarganegaraan Inggris yang sangat ia idamkan.



“Mengapa
mereka tidak mau memberi saya paspor Inggris? Saya adalah pemilik Harrods dan
memperkerjakan banyak orang Inggris di sana,”
tanya Al-Fayed tak percaya. Tampaknya, sikap Fayed menjadi ganjalan
keinginannya itu.



Republika
Cetak - Persona




About the Author

arhan :)


Rating: Not yet rated

Comments

No comments posted.

Add Comment


Enter the code shown

Visual CAPTCHA



Enter your Email


Preview | Powered by FeedBlitz

Main Menu



Categories


Sponsors



Ebooks from eLibrary!
Ebooks!
  • 1 users online.
eXTReMe Tracker

GrowUrl.com - growing your website
100ribu utk 3jt/bln. | News Review 100ribu utk 3jt/bln. | Kerajinan Murah | Souvenir Murah Technorati




60ribu utk 3juta/bln

Jual Rumah Jual tanah di Jogja | Arhan's Adventure | Jasa Pembuatan Web Desain Murah | SugihDuit.com | BSC Rental Komputer | Komunitas Photoshop Indonesia | Healthy Article | Gitertan | INFO | Education Center | Recipes Foods
Konglomerat Inggris yang Tak Punya Paspor Inggris - Article Directory & Press Release