Hindari Ketergantungan Obat
by: muismaulana | Total views: 48 | Word Count: 446 | View PDF | Print View
Penyebaran Penyakit Menular
Penyakit menular dapat disebarkan/ditularkan dari beberapa sumber atau mekanisme yang berbeda; melalui cairan, makanan, cairan dan gas tubuh, benda-benda yang terkontaminasi, pernapasan/penghirupan udara bebas ataupun penyebaran pembawa kuman penyakit yang bebas. Misalnya, penyakit pernapasan dan radang sumsum tulang belakang yang biasanya didapatkan melalui hubungannya dengan tetesan erosol, dan disebarkan/ditularkan dengan cara bersin-bersin, batuk, berbicara dan bahkan bernyanyi, atau penyakit usus lambung yang seringkali didapatkan dengan cara salah pencernaan makanan dan minuman yang tercemar, atau juga penyakit yang ditularkan lewat hubungan seks diperoleh melalui hubungannya dengan cairan tubuh, biasanya sebagai akibat dari kegiatan seksual. Beberapa perantara yang menular mungkin tersebar sebagai akibat dari hubungannya dengan benda mati yang terkontaminasi, seperti benda logam/koin lewat seseorang kepada orang lain, sedangkan penyakit lainnya menembus kulit secara langsung.
Penyebaran/penularan penyakit menular mungkin juga melibatkan suatu “vektor”. Ini bermakna “pembawa kuman penyakit”. Vektor mungkin dapat bersifat mekanis ataupun biologis. Sebuah vektor mekanis memungut/membawa perantara yang menularkan diluar dari tubuhnya dan menyebarkannya dengan cara yang pasif, seperti lalat rumah, yang hinggap diatas kotoran sapi, mengkontaminasi anggota badan sapi itu dengan bakteri yang berasal dari kotoran tadi, kemudian hinggap diatas makanan yang kita makan ataupun konsumsi. Kuman penyakit tak pernah masuk ke dalam tubuh lalat tersebut.
Sebaliknya, vektor biologis menyembunyikan perantara kuman penyakit dalam tubuhnya dan mengirimkannya ke obyek tular yang baru dengan cara yang aktif, biasanya seperti gigitan. Vektor tersebut seringkali bertanggungjawab atas penyakit-penyakit perantaraan darah yang serius, seperti malaria, radang otak disebabkan kuman virus, penyakit Chaga dan penyakit tidur (Afrika). Vektor tersebut biasanya, meskipun tidak semata-mata hal itu, merupakan artropoda, misalnya nyamuk, kutu anjing, kutu hewan, dan kutu manusia. Selain itu, vektor seringkali ditemukan dalam lingkaran kehidupan suatu perantara kuman penyakit. Strategi umum yang digunakan untuk mengawasi penyakit menular yang diperantarai vektor yaiut dengan menghentikan lingkaran hidup perantara kuman penyakit dengan membunuh vektor tersebut.
Hubungan antara keburukan dan penyebarannya kompleks sekali dan mempunyai akibat yang penting karena adanya evolusi/perkembangan suatu kuman penyakit dalam waktu yang lama. Karena perantara kuman tesebut membaawa banyak keturunan untuk mikroba dan jenis obyek tular yang baru untuk sama-sama berkembang, perantara kuman penyakit yang muncul mungkin menyerang para korban yang paling awal lebih-lebih dengan kuat. Biasanya didalam gelombang pertama suatu penyakit yang baru bahwa rata-rata angka kematian adalah yang paling tinggi. Bagaimanapun, korban/kerugian ini mungkin diliputi oleh kepentingan ketertularan yang lebih tinggi dalam waktu yang singkat jika penyebaran dihubungkan dengan keburukan/kedahsyatannya, sebagaimana hal itu pada contoh kasus penyakit kolera (diare yang mewabah membantu bakterivdalam mencari obyek tular yang baru) atau banyak infeksi pernafasan (bersin-bersin dan batuk membentuk erosol yang menular)
Diambil dari http://www.SembuhAlami.com
About the Author
Azis CW sebagai penemu teori Elastisitas menggeluti dunia kesehatab mulai tahun 1993. dengan applikasi penyembuhan penyakitnya menggunakan sistem search-find -ultimate sehingga proses normalisasi proses reaksi yang terjadi dalam tubuh bisa cepat dan efektif.
Rating: Not yet rated

