Mesin Pengolah Air Minum Made in Indonesia
by: arhan | Total views: 1254 | Word Count: 319 | View PDF | Print View
Orang Indonesia ternyata mampu menemukan teknologi yang berdaya guna. Adalah Agus Surya, Ketua Kompartemen Pelayanan dan Hubungan Perbankan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), dari pengalamannya mengurursi genset, justru bisa menghasilkan mesin pengolah air minum.
Agus Surya adalah seorang insinyur elektro. Usahanya pun bergerak di bidang mesin-mesin elektrik.
Perusahannya, PT. Hamas Surya Perdana sejak 1994 silam bergerak dalam jual-beli genset, baik baru maupun bekas.
Sejak tiga tahun silam, Agus dan beberapa temannya memiliki ide membuat mesin pengolah air sederhana. Dua tahun lamanya mereka melakukan riset dan pengujian. Bahkan sejak tahun lalu, produk air yang dihasilkan sudah diakui oleh instansi-instansi independen yang memeriksa kualitas air minum, termasuk diantaranya Badan POM.
Mesin pengolah air ini, kata Agus tergolong mesin yang berteknologi sederhana. Air apapun bisa diolah untuk dijadikan air minum. Jenis air yang sudah diujicobakan adalah air sungai, kali, hujan, banjir, maupun air kotor lainnya. Dalam sekejap air penuh kuman, bakteri dan sumber penyakit lainnya bisa siap menjadi air minum.
Usaha pengolahan air ini bermula dari obrolannya dengan kawan di Kementrian Lingkungan Hidup (KLH). Dari orang tersebut, Agus mendapat banyak informasi mengenai kondisi air Indonesia. Kotor, penuh bakteri, termasuk bakteri e-coli yang seharusnya hanya ditemukan dalam kotoran manusia, bisa meresap ke dalam air tanah.
Agus mengklaim bahwa air yang dihasilkan oleh mesinnya ini tergolong murah. Dibandingkan dengan air di PDAM yang bernilai Rp. 3000 per meter kubik, dengan mesin pengolah air buatannya yang hanya Rp. 2000 per meter kubik. Sedangkan untuk menggunakan air tanah terbatas dan harus menggunakan izin tertentu.
Ia tidak takut menyaingi perusahaan penjual air minum. Pasalnya, menurut dia, pasar yang diincar tidaklah sama. “Kita tidak mematikan usaha orang, justru mencari peluang yang belum dirambah orang lain,” tuturnya.
Bagi Agus, menjadi seorang pebisnis adalah kebangan. Apalagi jika menghasilkan produk buatan sendiri. Menurutnya, membangun bisnis sesuai latar belakang pendidikan akan membuat seseorang ahli di bidang tersebut dan akan mendapatkan keuntungan yang besar.
About the Author
Sumber: Republika Cetak, Selasa 29/05/07
Rating: 1.00

